Reynaldo S.pd:Tidak ada Siswa Bodoh Jika Ada Minat dan Bimbingan

 

UPTD SD negeri 3 Oeba Yang tampak asri dan bersih meraih sekolah terbersih di kota kupang  

INDONESIA PEMBAHARUAN KOTA KUPANG- Pendidikan di sekolah merupakan proses pembelajaran untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan  di bawah bimbingan  guru , namun terkadang juga dapat terjadi secara otodidak di masa digital saat ini. 


Peran penting  guru maupun orang tua sangat di butuhkan  untuk bisa mengkontrol  pengaruh yang negatif bagi anak di era digital saat ini


Disampaikan kepala sekolah UPTD Negeri 3 Oeba   Reynaldo bahwa  dalam upaya menekan pengaruh yang sangat besar bagi moralitas anak khususnya anak - anak sekolah dasar perlu  adanya pendampingan orang tua ketika anak  sedang menggunakan hand pond,  senin 14 Oktober 2024  



"Kita sebagai guru di sekolah khususnya di SD Negeri 3 Oeba kami sebagai pengajar selalu memperhatikan perkembangan dan tingkah laku si anak,apakah dalam pemahaman dan kemampuan anak ada peningkatan atau penurunan dalam proses belajar ,itu akan kami tindak lanjuti dengan pendekatan. Kita pasti mengetahui di era digital saat ini banyak dampak yang sangat luar biasa terjadi bagi moralitas anak.Jika  anak bisa menggunakannya secara benar akan memberi pengaruh positif dalam kehidupannya jika di salah gunakan hal itu akan menjadi masalah dimana banyak konten -konten  negatif yang dapat  di akses karena anak -anak saat ini memiliki kemampuan yang cepat di bandingkan dengan kita , sehingga peran guru dan orang tua sangat di butuhkan ',jelas Reynaldo.


Reynaldo kepala sekolah UPTD SD negeri 3 Oeba kota kupang 


Di tambahkan kepala sekolah yang pernah meraih prestasi  di tahun 2023 menjadi peserta yang mewakili guru guru di NTT untuk studi tour ke Jepang  terkait pendidikan lingkungan dalam hal pengembangan tulisan  bahwa kwalitas guru saat ini diperlukan khususnya di bidang teknologi .

"kami di sekolah ini masih kekurangan fasilitas  tersebut  sehingga kami juga ingin kiranya Dinas Pendidikan  bisa memperhatikan hal ini demi meningkatkan potensi guru dalam mendidik siswa di sekolah ", ungkap Reynaldo. 



" Anak -anak di NTT tidak bodoh hanya tergantung dari minat siswa tersebut dalam  mengikuti  kegiatan belajar mengajar apakah dia menyukai materi yang di sampaikan guru karna anak ini senang dengan  pola belajar yang di sampaikan guru  atau karna dia senang dengan figur guru itu . Untuk sekolah kami dengan jumlah 240 siswa dan 21 tenaga pengajar  di tunjang 12 ruang belajar  kami masih membutuhkan fasiltas untuk menunjang sistim pembelajaran menggunakan Aiti", pungkas Reynaldo. 



Untuk di ketahui bahwa UPTD SD Negeri 3 Oeba pernah meraih juara satu sekolah terbersih  dan menjadi sekolah contoh untuk  kota kupang  pada tahun 2022 . (Novie)